SELAMAT DATANG DI BLOG MAHASISWA BARU PGSD FIP UNJ 2013 SALAM GOLD

Selasa, 20 Agustus 2013

Aku Untuk Indonesia Siska Putri Anggraini_FIP_PGSD_1815130306

Aku Untuk Indonesia

          Siapa tak kenal Indonesia? Negara dengan beribu pulau yang terbentang dari sabang sampai meroke.negara dengan pulau-pulaunya yang  indah nan menawan. Banyak wisatawan dari mancanegara yang mengagumi Negara ini. Ada banyak hal yang dapat dinikmati ketika mengunjungi Indonesia, mulai dari wisata pantai, gunung, budaya, dan lain sebagainya. Meraka menyukai Negara saat ini, coba kita lihat bagaimana Negara ini dahulu. Seperti pahlawan-pahlawan kita yang telah berusaha berjuang untuk memerdekakan Negara ini. Belakangan ini banyak remaja yang kurang peduli dengan Negara ini.  Lihat saja beberapa remaja yang menghargai para jasa pahlawannya.

          Aku adalah seorang anak remaja yang mulai beranjak dewasa. Aku adalah seorang remaja yang memiliki mimpi besar untuk membangun negri ini. Aku memang dilahirkan dari keluarga sederhana, tapi aku mempunyai mimpi besar yang akan aku wujudkan melalui cita-citaku. Aku mempunyai cita-cita menjadi seorang guru yang bisa mendidik anak muridku menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Kisahku dimulai dari sini.

          Sebagai seorang anak yang mempunyai mimpi, aku berusaha untuk mewujudkannya. Aku tau usaha itu tidak akan mudah untuk dilakukan, maka dari itu aku berusaha menyukai dari hal-hal yang kecil. Aku berusaha untuk lebih maju dari teman-temanku. Aku belajar menyukai pelajaran-pelajaran yang kurang diminati oleh teman-teman sebayaku. Pada umumnya teman-teman sebayaku kurang menyukai pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia. Setalah aku memahami pelajaran tersebut aku berusaha berbagi dengan teman-teman sebayaku, setidaknya dengan begitu mimipiku perlahan-lahan terwujud  meski dari hal-hal yang kecil dahulu.

          Usahaku selanjutnya untuk menghargai jasa pahlawan yang telah memperjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka dan telah menjadi seperti sekarang ini, adalah dengan mengikuti upacara bendera disekolah yang dilakukan setiap hari senin. Buatku itu semua tidaklah mudah untuk mengikuti upacara bendera setiap hari senin karna harus panas-panasan ditengah lapangan, dan berdiri berjam-jam untuk mengilkuti upacara tersebut. Aku mencoba untuk berfikir positif dari aktifitas yang rutin dilakukan 1 minggu sekali,  seperti terkena sinar matahari dipagi hari bisa menyehatkan tubuh. Aku mengajak teman-temanku untuk  mengikuti kegiatan upacara, meski itu semua tidaklah mudah. Tapi aku tetap berusaha, setidaknya dengan begitu aku menghormati para jasa pahlawan yang telah gugur.


          Aku bangga dengan diriku, karna aku telah berusaha semaksimal mungkin untuk Indonesia. 

Aku dan Pendidikan


Tema : Aku untuk Pendidikan Indonesia

Aku hanyalah seorang perempuan yang dahulu sewaktu kecil mempunyai sebuah cita-cita untuk menjadi seorang guru. Tapi ketika itu impian itu aku kira hanya akan menjadi sebuah mimpi, hingga ada saatnya ketika mimpi itu terbuka jalannya dan aku mulai menyadari mimpi itu harus aku capai. Aku ingin menjadi seorang pengajar muda, aku ingin bermanfaat bagi orang lain, aku ingin mentrasfer ilmu yang slama ini aku dapat, aku ingin membuat negara ku menjadi maju dalam pendidikannya. Aku tau mimpi ku ini tak mudah karena Indonesia itu luas bukan hanya ada beberapa daerah tapi ada 33 provinsi banyangkan saja jika dalam satu provinsi ada berapa kecamatan, ada berapa kelurahan dan ada berapa RT dan RW, mungkin ribuan. Itu baru satu provinsi kita ada 33 provinsi loh.. unbelieveble!!! Believe it :D

Yaaaa katanya Indonesia itu sudah merdeka sejak tahun 1945 yang sudah mau hampir 68tahun artinya Indonesia terbebas dari penjajahan. Tapi pada kenyataan nya banyak rakyat yang masih terpuruk dalam ekonomi, kesejahtareaan, bahkan dalam hal pendidikan. Lalu bagaimana cara merubah ini semua?? Kita kan gak mungkin angkat senjata lagi atau angkat bambu runcing??? Wake up guys!! Kita yang harus merubah ini semua, yap merubah kearah yang lebih baik lagi. Bayangkan saja ada berapa banyak anak-anak di desa-desa terpencil yang belum mendapatkan hak merdeka mereka untuk meraih pendidikan. Pendidikan disana bagaikan emas murni yang tak ternilai mungkin harganya. Pendidikan disana itu bagai buah simalakama ya jika kita tidak perpendidikan kita bisa saja dibodohi orang lain kalaupun kita ingin punya pendidikan banyak yang harus kita korbankan bahkan ada yang bertaruh dengan nyawa karena harus menempuh sungai bahkan laut yang deras untuk mencapai kesekolah. Ada yang harus melintasi bukit, lembah, bahkan gunung untuk sampai ketempat pendidikan tersebut.

Dari situ hatiku tergerak untuk menjadi pengajar muda suatu hari ditempat-tempat yang belum terjamah oleh pemerintahan yang katanya negaranya sudah merdeka tapi pada kenyataannya berbeda. Banyak memang yang bilang apa nanti yang didapat kalau kamu menjadi pengajar di daerah terpencil, tunjangan? Gaji yang besar? atau apa??  Aku ingin suatu hari dapat menjawab dengan jawaban seperti ini “aku memang tidak mendapat tunjangan ataupun gaji yang besar tapi aku mendapatkan beberapa murid yang sekarang mereka sudah bisa membaca dan menulis”

Aku ingin semua anak-anak didesa terpencil mendapatkan hak mereka untuk belajar dan mempunyai pendidikan untuk mereka kedepannya. Aku bersyukur karena aku masih bisa mendapatkan yang mungkin mereka tidak dapatkan. Lalu aku berfikir untuk apa aku pintar atau aku belajar banyak ataupun belajar tinggi-tinggi tapi ilmu yang aku punya tidak aku manfaatkan kepada yang belum mengetahui. Seperti pohon yang berbuah tapi buahnya tidak dimanfaatkan ataupun tidak diambil oleh orang, aku tidak mau menjadi pohon yang seperti itu. Aku ingin buah yang ada dalam pohon tersebut dimanfaatkan orang lain untuk diambil buahnya ataupun untuk dijual kembali dan membuat yang menjual itu sejahterah. Aku ingin seperti itu, ilmu yang aku dapat membawa orang lain menjadi seorang yang kedepannya mampu membuat dirinya atau bahkan membuat negaranya menjadi maju karena ilmu yang sudah ku berikan ia terapkan. Jadi tugasku sekarang adalah menyerap semua ilmu yang sudah diberikan kepadaku dan akan aku transfer semua ilmu yang sudah ku serap kepada muridku nanti. Aku Fani Dwi Cahyani suatu hari akan mewujudkan mimpi-mimpiku ini. Aku untuk pendidikan Indonesia.
Nama : Fani Dwi Cahyani
Nim : 1815133347
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar


Aku untuk Pendidikan Indonesia

Pendidikan untuk Kesuksesan

Setiap orang selalu ingin mendapatkan pendidikan yang tinggi. Dari mulai SD, SMP, SMA dan sampai dengan keperguruan tinggi. Namun banyak hal dan faktor yang membuat banyak anak-anak tidak bisa memenuhi keinginan itu. Seperti yang kita ketahui pendidikan tidaklah murah, biaya pendidikan selalu naik setiap tahunnya jadi kita harus bersyukur jika orangtua kita masih mampu untuk membiayai pendidikan kita, apalagi jika sampai keperguruan tinggi.

            Aku lahir, besar, dan tumbuh di Indonesia. Aku bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan Karena pendidikan di Indonesia. Mungkin pendidikan di Indonesia belum lebih baik dan lebih maju dibandingkan dinegara-negara sana, tapi ku yakin jika semua anak-anak Indonesia berniat dan terus berjuang untuk Indonesia pasti pendidikan diIndonesia ini sama seperti pendidikan dinegara-negara sana bahkan bisa jauh lebih baik.

Dan aku salah satu anak Indonesia yang berniat dan ingin terus berjuang untuk pendidikan Indonesiaku, berjuang dengan karya, kerja keras dan percaya diri agar penerusku kelak akan lebih baik pendidikannya dariku. Apalagi ketika aku masuk disalah satu Universitas Negeri dalam bidang pendidikan yang sebelumnya tidak pernah aku sangka dan aku duga dan aku sangat bersyukur Allah memberiku kesempatan itu, kesempatan untuk terus berkembang dan maju mencapai cita-citaku, dan salah satu caraku bersyukur kepada Allah yaitu dengan tidak menyianyiakan kesempatan ini, kesempatan yang sangat luar biasa.

Aku akan belajar, berjuang untuk masa depanku yang lebih baik dan tentu untuk masa depan murid-murid ku kelak. Aku hanya bisa berdoa, berusaha dan mempunyai semangat yang tinggi demi pendidikan Indonesiaku. Semoga kelak aku akan berguna untuk orang lain dan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik. Aaaminn …

 

DEVI OKTAVIANA

PGSD

1815133382

AKU UNTUK PENDIDIKAN INDONESIA

pendidikan memang sangat penting demi kemajuan suatu bangsa. bisa dibilang,bangsa indonesia adalah bangsa yang berkembang dan ingin menjadi bangsa yang maju,untuk itu perlu ada.nya sebuah pendidikan yang dimulai sejak dini. namun di indonesia masih kurangnya sebuah pendidikan, dan mungkin amat sangat jauh dari pendidikan, sebagai contoh, masih banyak pengemis. pengamen berada di sekitar lampu lalu lintas dan usia mereka adalah usia yang seharusnya mendapatkan sebuah pendidikan yang layak.demi masa depan mereka dan bangsa ini.bangsa yang besar adalah sebuah bangsa yang bisa membuat para rakyatnya paham dan mengerti pentingnya sebuah pendidikan, dan pendidikan itu.pun mementingkan adanya interaksi antara pengajar dan masyarakat yang diajar.di lihat dari cara pengajaran di indonesia hampir membuat bosan para pelajar bahkan masyarakat bangsa ini dimana sistem pengajarannya adalah seorang guru menulis materi dipapan tulis dan para murid mencatat tulisan tersebut kemudian mereka menghapal, itu adalah momen.dimana pengajaran seperti itu menjadi suatu kebiasaan yang terus berulang-ulang.sebuah perubahan memang dibutuhkan dalam pendidikan untuk mencerdaskanbangsa dan ikut melaksanakan pembangunan dunia. masyarakat indonesia khususnya yang berada pada pelosok-pelosok pun harus ikut dalam pendidikan ini, jikalau tidak mereka akan terbodohi oleh jaman

Aku untuk Pendidikan Indonesia



Eksistensi Pendidikan di Indonesia


Pendidikan adalah  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU RI No.  20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1).
 Pendidikan mempunyai peranan yang sangat besar terhadap kelangsungan setiap negara, begitupun Indonesia. Setiap negara tidak akan pernah terlepas dari dunia pendidikan dan juga masalah yang ditimbulkan oleh pendidikan itu sendiri. Namun, perbedaan metode pendidikanlah yang akan menciptakan tinggi rendahnya mutu pendidikan pada masing-masing negara.
Semakin baik kualitas pendidikan di suatu negara, maka semakin baik pula Sumber Daya Manusia (SDM) di negara tersebut. Sebab, baik buruknya SDM akan memengaruhi perjalanan negara yang bersangkutan, akankah menuju pada titik kegagalan atau pada titik keberhasilan.
Namun, bukanlah hal asing ketika Indonesia dikategorikan sebagai salah satu negara di dunia dengan masalah pendidikan yang cukup ironis. Bagaimana tidak, Indonesia dikenal sebagai negara dengan kualitas Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, akan tetapi SDM di Indonesia sangatlah rendah dan tidak lagi sejalan dengan progress modernisasi di dunia.
Sebagian besar masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari ¼ waktu mereka dalam sehari untuk mengenyam pendidikan baik di sekolah formal, informal, maupun nonformal. Namun kualitas yang dihasilkan tidak sebanding dengan kualitas masyarakat luar negeri yang rata-rata mengenyam pendidikan tidak lebih lama dari waktu yang diperlukan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat di negara-negara maju seperti negara di kawasan Eropa.
Negara-negara maju lebih mengutamakan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa-siswinya, misal belajar dalam suasana bermain (tidak dalam tekanan). Karena mereka lebih mengutamakan efektifitas dan kualitas untuk solusi permasalahan pendidikan negaranya. Eksistensi dalam dunia pendidikan menjadikan mereka mampu bersaing dalam segala bidang di dunia internasional.
            Seperti kita ketahui, setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dasar yaitu hak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Namun, pada kenyataannya hal ini belum diimplementasikan secara adil dan merata. Masih banyak anak yang sama sekali belum merasakan pendidikan padahal sebelumnya telah ditetapkan program wajib belajar 9 tahun, yang kemudian telah berganti menjadi  program wajib belajar 12 tahun. Dalam pelaksanaannya, program wajib belajar kurang memerhatikan aspek kualitas siswa-siswinya, sebab dalam penerapannya,  wajib belajar sering diartikan sebagai kewajiban menamatkan sekolah, bukan kewajiban menjalankan pendidikan minimal selama 9 tahun, yang terdiri atas 6 tahun di SD dan 3 tahun di SMP. Bahkan, meskipun program wajib belajar 9 tahun telah berlangsung sejak lama, nyatanya masih belum terpenuhi seratus persen. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi antara lain, orang tua yang kurang memotivasi anak-anaknya dalam hal pendidikan sehingga di usia wajib belajar, justru mereka tidak bersekolah. 
Yang lebih mirisnya lagi adalah di era globalisasi seperti sekarang ini masih banyak masyarakat yang kurang memerhatikan perkembangan pendidikan di Indonesia. Sikap acuh terhadap pendidikan akan sangat memengaruhi bagaimana kelangsungan hidup bangsa dan negara di masa yang akan datang. Dengan demikian, hal ini lambat laun akan menciptakan generasi penerus yang semakin buruk.
            Kita sebagai generasi muda penerus bangsa seharusnya turut memerhatikan permasalahan dalam dunia pendidikan. Bukan hanya menunggu kebijakan pemerintah, akan tetapi kita bisa mulai mencoba menyalurkan ilmu yang kita dapat selama belajar di sekolah untuk mereka yang kurang beruntung karena tidak mendapatkan pendidikan di sekolah, atau dengan memberi input berupa solusi tentang permasalahan pendidikan di Indonesia melalui lembaga penyalur aspirasi masyarakat.
Dalam hal ini, Indonesia setidaknya bisa mencontoh apa yang diterapkan oleh negara-negara maju di dunia, dengan mengubah sistem pendidikan yang buruk, meningkatkan kualitas para pengajar serta meningkatkan prestasi siswa-siswinya. Setiap penyelenggara pendidikan maupun warga negara juga harus memerhatikan nasib pendidikan di Indonesia sehingga generasi mendatang akan tumbuh menjadi generasi dengan kualitas pendidikan yang baik dan memiliki masa depan yang cerah. Dengan ini, eksistensi pendidikan di Indonesia tidak akan meredup dan Indonesia akan mampu bersaing dalam dunia internasional.

Nadia Kristalita Murni
1815130303

AKU UNTUK PEDIDIKAN INDONESIA

KEWIBAWAAN SEORANG PENDIDIK

                Pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu membentuk pribadi, menanamkan nilai-nilai baik nilai moral, budi pekerti, etika, estetika, karakter dengan harapan setelah mereka dewasa menjadi manusia yang berguna untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan agama. Secara teoritis pendidikan akan berakhir jika anak telah dewasa baik usia, pikiran, perasaan, kemauan sehingga bertingkah laku dewasa artinya dapat mempertanggung jawabkan tingkah laku atau perbuatannya .
                Dua faktor penting dalam pendidikan yaitu anak didik dan pendidik. Anak didik adalah individu yang tumbuh dan berkembang sehingga memperlukan bantuan pendidik untuk membimbing  pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan tahap perkembangan sesuai dengan tahap perkembangan. Pendidik adalah orang yang mampu melaksanakan tugas mendidik dalam situasi pendidikan untuk pencapai tujuan pendidikan. Sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pendidik yaitu sehat jasmani dan rohani, bertanggung jawab, jujur, sabar, terampil, mempunyai wawasan luas dan berwibawa.
                Kewibawaan sangat penting bagi seorang pendidik. Kewibawaan adalah berasal dari kata wibawa yang berarti pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik (kharisma). Agar pendidik berwibawa maka diperlukan penampilan yang baik, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbicara yang menarik dan jujur. Sehingga disegani , ditaati dan dipatuhi oleh anak didik.
                Peran kewibawaan ini dalam pendidikan cukup penting sekali karena pendidikan yang mempunyai kewibawaan dimata anak didik sangat dibutuhkan dalam menghantarkan anak didik menuju pribadi dewasa susila. Kewibawaan sangat penting dalam pendidikan sebab anak didik sebagai pribadi yang bebas dan merdeka dapat saja menolak atau meneri pendidikan. Dengan menerima kewibawaan pendidik, anak didik mendapatkan kesempatan dan bantuan yang berarti dalam mengembangkan dirinya sebagai pribadi dewasa.
                Kewibawaan dalam pendidikan akan terbentuk apa bila ada komunikasi timbal balik antara pendidik dan anak didik. Keduanya saling mendengarkan, merespon, dan memberi umpan balik demi tercapainnya tujuan atau pemecahan masalah yang mereka hadapi dalam kegiatan belajar mengajar, sehigga menempatkan anak didik pada kerangka berpikir untuk mau mendengarkan gurunya dan juga membuat hubungan pendidik dengan anak didik menjadi baik berlandaskan saling pengertian, menghormati dan memperhatikan. Dengan demikian akan terbentuk suasana murid menyukai guru dan guru menyukai murid, oleh karena itu sebagai calon pendidik mari belajar sungguh-sungguh agar kita nantinya menjadi pendidik yang barwibawa yang disegani, ditaati, dipatuhi, disukai dan disayangi anak didik. Mari kita didik anak-anak didik kita nantinya dengan rasa penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab baik terhadap diri sendiri, masyarakat dan Allah SWT.
                Memang mendidik bukanlah pekerjaan yang sangat mudah karena yang kita hadapi adalah anak didik dengan berbagai macam perbedaan individu. Jika kita mendidik dengan cara pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan mudah-mudahan kita menjadi pendidik-pendidik berwibawa yang diharapkan oleh anak didik kita nantinya. Mari kita satukan asa untuk mendidik putra putri bangsa Indonesia tercinta ini.

NAMA      : NOVI REVIDA
JURUSAN  : PGSD

NIM            : 1815130333